Wayang adalah budaya yang baik, nddak cuma mengajarkan tentang baik dan buruk, namun juga mengajarkan tentang konsekuensi karma, tentang nilai - nilai kehidupan yang seumpama bayang - bayang. Dalam cerita wayang kita mengenal dewa anu, dewi anu, raja anu panglima anu, pendekar anu, dan kita juga mengenal semar petruk gareng bagong yang mendampingi Arjuna. Namun ada satu watak yang tidak ada dalam wayang : Pedagang, pengusaha, Entrepreneur !
Sabtu, 12 April 2014
Wayang & Entrepreneurship
Wayang adalah budaya yang baik, nddak cuma mengajarkan tentang baik dan buruk, namun juga mengajarkan tentang konsekuensi karma, tentang nilai - nilai kehidupan yang seumpama bayang - bayang. Dalam cerita wayang kita mengenal dewa anu, dewi anu, raja anu panglima anu, pendekar anu, dan kita juga mengenal semar petruk gareng bagong yang mendampingi Arjuna. Namun ada satu watak yang tidak ada dalam wayang : Pedagang, pengusaha, Entrepreneur !
Selasa, 14 Januari 2014
Aku dan khayalan.
Saya baru keluar dari kamar mandi ketika istri saya berbisik dengan roman serius
sambil memberikan selembar kertas berisi tulisan anak saya yang baru berusia 14
tahun. Kami kunci pintu kamar dan saya membaca nya ( Si teteh nddak tahu kalau
kertas yang tergeletak di meja kamar nya secara diam - diam diambil oleh ibunya
untuk diperlihatkan pada saya.
Berikut adalah tulisan nya. tanpa saya edit sedikitpun.
Jumat, 27 September 2013
Ketika Cinta Membelah
Senin, 28 Mei 2012
Gadis Matic
Bawa mobil di jalan sempit,becek, banyak truk besar, dengan jalan berlubang sehingga kecepatan nyaris sulit bisa di atas 20 KM/Jam adalah hal yang bikin hati kurang nyaman. Sabar sih sabar, tapi .. jarak 30 KM jadinya makan waktu lebih dari 1 jam ! Capek. Kesel.
Kamis, 24 Mei 2012
Intuisi : Malas tapi sukses !
Dalam keadaan capek, kemampuan kognisi dan kreativitas melemah, itu sebabnya, saya tanggalkan baju karyawan agar saya tidak terjebak dalam rutinitas 8 jam sehari, 5 hari dalam seminggu, sepanjang bulan, sepanjang tahun, sehingga saya sulit menemukan waktu untuk merenungkan masa depan saya. (baca : tak punya waktu untuk mengevaluasi diri).
Sabtu, 19 Mei 2012
Baju dan Prilaku
Saat Mampir di Rest Area
Akhir April 2012, saat mampir di rest area antara Bogor - Jakarta. Niatnya cuman pengen makan bubur. Pesen bubur sama kopi di "pujasera area", harganya bikin "nek" di ulu hati. makanan yang harga pasaran paling mahal 15 rebu, harus dibayar dengan harga di atas 50 rebu ! Masakannya gitu-gitu aja. Tempatnya gitu-gitu aja. Pelayanan gitu-gitu aja. Nddak ada alasan lain yang membuat saya layak membayar semahal itu kecuali kata "terperangkap", dan ... tentu saja seumur-umur saya tidak akan pernah lagi ke tempat kayak gituan.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)

