SANDANG
Saya bingung kalau melihat orang yang bingung memikirkan hari ini harus pakai baju apa ? Beberapa bulan ini hampir tiap hari saya pakai kaos dan celana pendek. Paling tiap hari Sabtu pakai celana panjang dan - tetap - memakai kaos :-)
Setiap hari Senin sampai Jumat memakai seragam kerja selama beberapa tahun, saya pernah. Kondisi mengharuskan saya pakai dasi dalam bekerja, saya pernah. Pergi ke sekolah dengan celana panjang masih basah karena hanya punya satu celana seragam, saya pernah.
Saya bingung kalau ditanya :"pengen baju apa ?" Yang terpikir hanya pengen kaos oblong dan celana pendek. Ya seperti sekarang ini. Itu saja. Saat ini saya sangat menginginkan apa yang saya miliki saat ini.
PANGAN
Tidak makan hampir 3 hari, saya pernah.
Makan 1 meja sekali makan mengeluarkan uang hampir 3 juta, saya pernah.
Makan satu hari satu kali, selama beberapa hari, saya pernah.
Kalau ditanya ingin makan apa, di mana dengan siapa, yang terpikir adalah : "Ingin makan di rumah, sama apa saja yang penting ada kerupuk dan sambel, makan dengan orang - orang yang saya cintai. Itu saja. Saat ini yang saya inginkan adalah yang seperti ini. seperti yang biasa saya dapatkan selama ini.
PAPAN
Beberapa kali listrik di rumah kontrakan mau dicabut karena rekening belum dapat dibayar, saya pernah.
Beberapa kali air di rumah kontrakan mau di segel karena belum bisa bayar rekening, saya pernah.
Beberapa bulan tak bisa bayar iuran TV satelite, saya pernah
Beberapa kali telat bayar iuran ronda dan iuran sampah, saya pernah.
Beberapa kali pindah kontrakan ke sana ke mari, saya pernah.
"Rumah seperti apa yang saya impikan ?" Ya rumah seperti ini. seperti sekarang ini. Bagaimanapun bentuk dan rupanya, bagaimanapun status kepemilikannya, yang penting seperti ini. Hidup bersama orang - orang yang saya cintai dalam satu atap.
***
Beberapa saat sering bolak - bali ke luar negeri naik pesawat, saya pernah.
Beberapa kali ganti mobil sedan, saya pernah.
beberapa kali ganti motor, saya pernah.
Beberapa lama tidak punya mobil dan motor, saya pernah.
Beberapa lama hanya bisa naik sepeda atau jalan kaki, saya pernah.
Tidak masalah lagi kendaraan apa yang saya punya. Jalan kaki, tidak apa - apa. Punya sepeda, motor, mobil, alhamdulillah.
Kehilangan 480 juta sekaligus 28 ribu USD sekaligus mobil dalam satu bulan sampai kemudian 2 minggu tidak bisa berjalan kaki karena depresi, saya pernah.
Dikejar - kejar sekian banyak orang atas hutang sekian banyak rupiah yang tidak jelas ujung pangkalnya, saya pernah.
Beberapa kali mengerjakan proyek senilai ratusan juta sampai milyaran rupiah namun kemudian tidak mendapatkan apapun selain keringat dan air mata, saya pernah.
Beberapa bulan ikut mengelola warung nasi, membuat kopi dan mengantar kopi - kopi dalam gelas ke para sopir - sopir yang sedang mangkal di pasar, saya pernah.
Dikejar orang dan dihancurkan habis - habisan karena tidak mampu membayar hutang 900 ribu rupiah, saya pernah.
Tak punya keberanian untuk nagih pada beberapa orang yang jelas - jelas punya kewajiban belasan juta, puluhan juta bahkan ratusan juta, saya pernah.
Berkenalan dengan milyarder yang berpenampilan sederhana dan bersikap sederhana, saya pernah.
Berkenalan dengan orang - orang yang bertingkah seperti milyarder padahal banyak kewajiban, saya pernah.
Berkenalan dengan orang - orang yang berpakaian biasa, bersikap dan berkata biasa, namun sangat sholeh dan sangat religius, saya pernah.
Berkenalan dengan beberapa orang yang senang berpakaian bergaya Arab, dan senang sekali berbicara tentang "tuhan", namun dalam keseharian jauh panggang dari api, saya pernah.
PERJALANAN HIDUP
Perjalanan hidup yang telah dijalani hampir 40 tahun lamanya, meninggalkan sekian banyak peristiwan, sedih, derita, hutang budi, hutang materi, an also bahagia dan sukacita.
Kewajiban materi sekecil apapun, adalah kewajiban yang harus dilunasi sebelum saya menutup mata untuk selamanya sedangkan kewajiban materi "orang-orang itu" pada saya, ya sudahlah saya serahkan pada Tuhan saja. Sedangkan hutang budi dari sekian banyak sahabat tercinta akan saya bawa sampai mati.
Kini, saya sudah hampir sampai ke dalam suatu masa dimana saya tidak mau lagi mengulang semua kesalahan yang pernah dilakukan, tak mau lagi dipusingkan dengan hal-hal yang tidak jelas juntrungannya. Saya hanya ingin fokus kepada hal - hal yang baik dan yang bisa membawa saya pada kehidupan yang lebih baik.
Untuk itu kini saya harus mengisolasi diri. Bukan mau menghindar dari kehidupan nyata, namun seringkali apa yang terjadi tak sejalan dengan irama jiwa.
Apapun itu, intinya adalah keinginan untuk hidup lebih baik. Dan ketika kedamaian dirasa sulit untuk ditemukan di dunia nyata, mungkin masih ada harapan saya bisa menemukannya di dunia maya.
Smoga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar